Selasa, 15 Juli 2014

Pembentukan Kepulauan Indonesia

Pembentukan kepulauan di Indonesia, dilihat dari ilmu kebumian yang lazim akan berkaitan dengan keberadaan Teori Lempeng Tektonik (Plate Tectonic) yang menjelaskan bagaimana proses pembentukan benua akibat pergerakan lempeng di bumi.

Gambar Lempeng Daratan di Indonesia dan Australia

Pergerakan lempeng ini diawali dengan menunjamnya lempeng dasar samudera oleh desakan lempeng benua yang lebih tebal dan keras, sehingga terbentuk palung laut (dasar laut yang dalam dan memanjang). Untuk wilayah Indonesia yang terletak pada pertemuan empat lempeng besar dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia, Filipina dan Pasifik menyebabkan wilayah Indonesia menjadi rawan akan gempa bumi, tetapi juga kaya sumber daya mineral.

Gambar Pergerakan Lempeng di Asia Tenggara

Lempeng-lempeng tersebut akan selalu bergerak 5-9 cm per tahun dan akibat massa batuan yang bergerak besar maka energi yang dihasilkan akan besar pula. Hal tersebut akan berdampak pada banyaknya aktivitas vulkanis dan tektonis di Indonesia, sehingga di wilayah Indonesia terbentuk deretan gunung berapi berupa Bukit Barisan di Pulau Sumatera dan deretan gunung berapi di sepanjang Pulau Jawa, Bali dan Lombok.

Gambar Persebaran Ring of Fire di Daratan Bumi

Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, hingga Nusa Tenggara. Pulau-pulau tersebut terbentuk karena adanya aktivitas vulkanisme di bawah permukaan bumi, yaitu adanya lava (cairan larutan magma pijar yang mengalir keluar dari dalam bumi) dan dalam rentang waktu yang sangat lama, lava tersebut memadat dan bertambah besar membentuk sebuah busur pulau. Pembentukan akibat aktivitas vulkanisme ini menyebabkan di sepanjang Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, hingga Nusa Tenggara terbentuk jalur gunung api.

Pulau Kalimantan terbentuk dari pecahan super benua pada awal terbentuknya permukaan bumi, dimana Pulau Kalimantan dahulunya bersatu dengan sebagian daerah Malaysia kemudian terus bergerak ke Philipina dan mendekati daratan Asia.

Pulau Papua merupakan endapan yang berada di dasar laut dalam samudera pasifik dan termasuk dalam lempeng Australia. Akibat adanya tumbukan secara konvergen dimana lempeng pasifik menunjam kebawah lempeng Australia, terjadi pengangakatan pulau Papua dari dasar laut. Pengangkatan ini dibuktikan dengan ditemukannya berbagai fosil kerang dan pasir laut di daerah pegunungan. Selanjutnya daratan yang dahulu menghubungkan Papua dengan Australia kini tenggelam karena pencairan es kutub dan menjadi laut dangkal.

Pulau Sulawesi terbentuk akibat pertemuan lempeng Filipina, Indo-Australia, Eurasia dan lempeng mikro lain di daerah tersebut. Sehingga, Pulau Sulawesi ini merupakan gabungan berbagai lempeng benua yang saling bertumbukan, akibatnya di Pulau Sulawesi ini kaya akan sumber daya mineral dan sering dijumpai gempa bumi, baik akibat aktivitas vulkanisme ataupun pergerakan lempeng.

Gambar Ilustrasi Pembentukan Kepulauan di Indonesia

Teori Lempeng Tektonik - Plate Tectonic

Teori Lempeng Tektonik (Plate Tectonic) pertama kali dikemukakan oleh McKenzie dan Robert Parker pada tahun 1967, yang kemudian disempurnakan oleh J. Tuzo Wilson. Teori ini menyempurnakan teori-teori sebelumnya menjadi satu kesatuan konsep sehingga bisa lebih diterima oleh para ahli geologi.

Teori ini menerangkan tentang proses dinamika bumi yang mengakibatkan adanya jalur pegunungan dan adanya gempa. Kulit atau kerak bumi disini dinamakan sebagai litosfer (sebuah lempengan keras) yang mengambang di atas cairan kental yang dinamakan sebagai astenosfer. Lempengan-lempengan kulit bumi ini bergerak karena pengaruh arus konveksi yang terjadi pada astenosfer. Gerak lempengan tektonik ini dapat dibedakan menjadi 3 macam, yakni:
  • Konvergensi, yaitu merupakan gerakan antar lempeng yang saling mendekat sehingga terjadi tumbukan, tumbukan ini dapat mengakibatkan satu lempeng menunjam ke bawah lempeng yang lain. Lempengan tersebut dapat terjadi antar lempengan benua maupun lempengan samudera. Kemudian zona berupa jalur tumbukan antara lempeng benua dengan lempeng dasar samudera disebut sebagai zona subduksi (subduction zone).
  • Divergensi, yaitu merupakan gerakan saling menjauh antar lempengan. Jarak pisah antar lempengan itu nantinya akan diisi dengan kerak lempengan yang baru. Adapun zona tempat berpisahnya lempeng-lempeng tektonik ini disebut zona divergen (divergen zone) atau batas lempeng konstruktif. 
  • Transform atau sesar mendatar, yaitu merupakan gerakan saling melewati yang terjadi antar lempengan sehingga terjadi gesekan (tidak bertabrakan). Pada kejadian ini, akan muncul gempa yang sering kali berkekuatan besar. Zona tempat lempengan saling bergesekan ini dinamakan sebagai zona transform (transform zone).
Secara garis besar, teori ini beranggapan bahwa benua tersusun dari satu lapisan, yaitu lapisan darat yang menumpang diatas lapisan samudra yang membelok. Teori ini diinggap relevan dengan pembentukan-pembentukan geologis yang ada di muka bumi, sehingga teori ini masih digunakan sampai saat ini.

Teori Penjalaran Dasar Laut - Sea Floor Spreading

Teori Penjalaran Dasar Laut (Sea Floor Spreading) pertama kali dikemukakan oleh Harry Hess dalam tulisannya yang berjudul “Essay in Geopoetry Describing Evidence for Sea-Floor Spreading” pada tahun 1960. Teori Penjalaran Dasar Laut ini pada dasarnya menjelaskan sebab pecahnya benua karena adanya pergerakan atau aktivitas di dalam inti bumi. Teori ini menganggap bahwa bagian kulit bumi yang berada di dasar samudra mengalami pemekaran yang diakibatkan oleh gaya tarikan (tensional force) yang digerakan oleh arus konveksi yang berada di bagian mantel bumi (astenosfer). Akibat dari pemekaran yang terjadi ini, maka magma yang berasal dari astenosfir kemudian naik dan membeku, kemudian dapat membentuk suatu rekahan. Bukti dari keberadaan teori ini yaitu ditemukannya rekahan yang memanjang di tengah Samudra Atlantik antara Benua Amerika Utara dan Benua Afrika.

Gambar Ilustrasi Rekahan Dasar Laut


Gambar Mid-Ocean Ridge di Samudra Atlantik

Secara garis besar, teori ini beranggapan bahwa pecahnya suatu benua disebabkan oleh adanya aktivitas di dalam inti bumi, tetapi teori ini tidak dapat menjelaskan struktur lapisan bumi, sehingga muncul teori baru Teori Lempeng Tektonik (Plate Tectonic)

Teori Apungan Benua - Continental Drift

Teori Apungan Benua (Continental Drift) pertama kali diperkenalkan oleh Alfred Wegener, seorang ahli meteorologi asal Jerman dalam bukunya yang berjudul “The Origin of Continents and Oceans” pada tahun 1915.  Alfred Wegener beranggapan bahwa benua-benua yang ada saat ini dahulunya bersatu (benua tunggal) yang dikenal sebagai super-kontinen yang bernama Pangaea. Nama Pangaea sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti "semua daratan”.

Gambar Perkiraan Bentuk Benua Pangaea


Selanjutnya, teori ini terus berkembang hingga ditemukannya bukti-bukti tentang keberadaan super-kontinen Pangaea pada 200 juta tahun yang lalu. Bukti-bukti tersebut diantaranya:

Kecocokan Benua
Apabila potongan-potongan benua yang ada saat ini digabungkan menjadi satu, akan terdapat kecocokan bentuk-bentuk benua yang dapat membentuk suatu daratan besar, yaitu super-kontinen Pangaea. Salah satu kecocokan tersebut dapat ditemukan pada kemiripan garis pantai yang ada di benua Amerika Selatan bagian Timur dengan garis pantai benua Afrika bagian Barat. Kedua garis pantai ini apabila dihimpitkan satu dengan lainnya akan saling berhimpit.

Gambar Ilustrasi Penggabungan Potongan Benua


Persebaran Fosil
Persebaran binatang dan tumbuhan di muka bumi ini sangat tersebar luas. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya fosil-fosil binatang dan tumbuhan, seperti :
  • Fosil Cynognathus, reptil yang hidup sekitar 240 juta tahun yang lalu, dimana fosilnya ditemukan di benua Amerika Selatan dan benua Afrika.
  • Fosil Mesosaurus, reptil yang hidup di danau air tawar dan sungai yang hidup sekitar 260 juta tahun yang lalu, dimana fosilnya ditemukan di benua Amerika Selatan dan benua Afrika.
  • Fosil Lystrosaurus, reptil yang hidup di daratan sekitar 240 juta tahun yang lalu, dimana fosilnya ditemukan di benua benua Afrika, India, dan Antartika.
  • Fosil Clossopteris, tanaman yang hidup 260 juta tahun yang lalu, dimana fosilnya ditemukan di benua benua Afrika, Amerika Selatan, India, Australia, dan Antartika.
Ditemukannya berbagai fosil binatang dan tumbuhan dengan kemiripan tertentu di berbagai lokasi di muka bumi ini, menandakan dahulu mereka hidup di satu daratan, yaitu super-kontinen Pangaea.

Kesamaan Jenis Batuan
Jika benua dalam satu waktu bergabung, maka batuan dan pegunungan pada waktu yang sama di lokasi yang berdampingan dan di benua yang berhadapan haruslah cocok. Jalur pegunungan Appalachian yang berada di Timur benua Amerika Utara dengan sebaran berarah Timur Laut secara tiba-tiba menghilang di pantai Newfoundland. Pegunungan yang memiliki umur sama dengan pegunungan Appalachian juga ditemukan di Timur Greenland, Irlandia, Inggris, dan Norwegia. Kedua pegunungan tersebut apabila diletakkan pada lokasi sebelum terjadinya pemisahan / pengapungan, kedua pegunungan ini akan membentuk suatu jalur pegunungan yang menerus. Sehingga, menandakan bahwa dahulu kedua daratan yang terpisah ini adalah satu.

Secara garis besar, teori Apungan Benua (Continental Drift) ini melihat dari unsur-unsur bentuk, struktur, dan umur yang sama atau identik. Namun teori ini masih memiliki kelemahan, yaitu tidak dapat menjelaskan sebab terjadinya benua atau super-kontinen Pangaea pecah, sehingga muncul teori baru Teori Penjalaran Dasar Laut (Sea Floor Spreading).

Senin, 19 Agustus 2013

Program Studi Geografi

Geografi adalah ilmu yang mempelajari segala aspek tentang fisik dan manusia di permukaan bumi, sehingga di dalamnya terdapat keterkaitan antara Ilmu Sains dan Ilmu Sosial. Dalam lingkup Universitas di Indonesia, Program Studi Geografi dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu Program Studi Geografi yang menghasilkan sarjana Sains atau Sosial dan Program Studi Pendidikan Geografi yang menghasilkan sarjana Pendidikan. Di Indonesia,  banyak sekali Universitas yang membuka Program Studi Pendidikan Geografi, seperti Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk Program Studi Geografi saat ini hanya terdapat 7 Universitas yang membuka Program Studi ini. Berikut ini adalah Universitas-Universitas yang memiliki Program Studi Geografi didalamnya dengan akreditasi A oleh Kemdiknas yang dikutip dari website masing-masing Universitas.

Universitas Gadjah Mada
Geografi dan Ilmu Lingkungan merupakan salah satu Prodi di Fakultas Geografi UGM dan berada di bawah asuhan Jurusan Geografi Lingkungan. Sebelumnya prodi ini merupakan merger dari tiga prodi (Geografi Manusia, Geografi Umum, Geografi Fisik Lingkungan). Berbeda dengan Program Studi Geografi di Universitas lainnya, di Geografi dan Ilmu Lingkungan UGM ini juga dipelajari tentang Ilmu Lingkungan dan Ilmu Lingkungan.

Gambar Gedung Geografi UGM

Kerjasama pendidikan yang dibangun di Prodi Geografi dan Ilmu Lingkungan UGM saat ini selain kerjasama dalam negeri juga sudah sampai pada kerjasama tingkat internasional (ITC Enschede; Cologne University, Jerman; Chiba University, Jepang dan University of Utrecht). Selanjutnya alumni Geografi dan Ilmu Lingkungan tersebar diberbagai instansi antara lain: Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Koordinasi dan Survai Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL), Departemen Kehutanan, BAPPEDA, Badan Pusat Statistik (BPS), Depnakertrans, LIPI, BNPB, Dinas Kesehatan, dan Instansi yang lain. Swasta terkait geografi dan ilmu lingkungan adalah PT ENVICOM, PT Waindo Spec Terra, PT EXSA, ER MAPPER, ESRI, dan lain sebagainya.

Universitas Indonesia
Geografi atau Departemen Geografi merupakan salah satu Program Studi di Fakultas MIPA Universitas Indonesia. Departemen Geografi memiliki tiga kelompok bidang peminatan, yaitu Geografi Fisik, Perencanaan Wilayah serta Sistem Informasi Geografi (SIG) dan Penginderaan Jauh (PJ).. Untuk melaksanakan pendidikan, penelitian dan pelayanan.

Gambar Gedung Geografi UI

Departemen Geografi mempunyai 3 Laboratorium dan sarana penunjang lainnya yaitu: 1) Laboratorium SIG dan Penginderaan Jauh, 2) Laboratorium Geografi Fisik, 3) Laboratorium Pengembangan Wilayah. Sarana penunjang yang ada adalah perpustakaan yang memiliki 10.000 buku serta perpustakaan peta yang memiliki koleksi peta-peta topografi dan rupa bumi seluruh Indonesia baik dalam bentuk hard copy maupun digital.

Universitas Negeri Semarang
Program Studi Geografi merupakan salah satu prodi di bawah naungan jurusan geografi FIS UNNES, yang menghasilkan sarjana sain dengan gelar S. Si, Prodi Geografi berdiri pada 20 September 2001 setelah mendapatkan persetujuan perluasan mandat dari DIKTI dengan surat No. 3075/D/T/97, tanggal 2 Desember 1997.

Gambar Gedung Geografi Unnes

Prodi Geografi memfokuskan pada lulusan yang kompeten di bidang geografi khususnya dalam bidang perencanaan wilayah dan informasi geospasial (Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis) yang berbasis konservasi. Keunggulan utama prodi geografi adalah peluang kerja yang besar, karena kebutuhan lapangan kerja lebih besar dari pada lulusan geografi yang dihasilkan.

Universitas Muhammadiyah Surakarta
Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta berdiri pada tahun 1983/1984 dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga ahli dalam bidang Ilmu Geografi yang berbasiskan pendekatan keruangan, lingkungan, dan kompleks wilayah.

Gambar Gedung Geografi UMS

Kompetensi keilmuan Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta telah diakui sebagaimana dapat dilihat pada perkembangan status penyelenggaraan kegiatan akademis. Pada tahun 1993, Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta telah diakui status penyelenggaraan kegiatan akademis dengan status Disamakan. Dengan status ini maka Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta berhak menyelenggarakan kegiatan pendidikan dengan kepercayaan penuh dari perencanaan hingga evaluasi kegiatan belajar mengajar secara mandiri.Pengakuan terhadap kompetensi Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta dibakukan dengan status Terakreditasi mulai Tahun 1998.

Senin, 15 Juli 2013

Kartografi Dasar

Kartografi adalah studi dan praktik membuat peta atau globe. Sejak zaman dahulu kala pemetaan sudah dilakukan untuk memudahkan segala aktivitas manusia, selain itu untuk menyampaikan informasi secara spesial dari pembuat peta kepada pembaca peta. Peta secara tradisional sudah dibuat menggunakan pena dan kertas diperoleh langsung dengan melakukan survey ke lapangan. Akan tetapi dewasa ini , setelah ditemukannya komputer, pembuatan peta tidak dilakukan secara konvensional lagi, komputer sudah merevolusionerkan kartografi. Banyak peta komersial yang bermutu sekarang dibuat dengan perangkat lunak pembuatan peta seperti; CAD, GIS (Sistem Informasi Geografis), dan perangkat lunak ilustrasi peta khusus lainnya. sejalan dengan berkembangnya kartografi, pemataan dibedakan menjadi dua diantaranya pemetaan yang mengasilkan data / peta yang digunakan untuk membuat peta lain yang disebut peta dasar, dan pemetaan dengan tema khusus menggunakan peta dasar sebagai acuannya yang dikenal dengan istilah peta tematik. Peta adalah representasi grafis atau model skala konsep spasial. Ini adalah cara untuk menyampaikan informasi geografis. Peta adalah media universal untuk komunikasi, mudah dimengerti dan dihargai oleh kebanyakan orang, tanpa memandang bahasa atau budaya. 

Peta itu sendiri menurut ICA (1973) adalah suatu representasi / gambaran unsur-unsur atau kenampakan-kenampakan abstrak, atau yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, dan umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan. ICA telah menetapkan bahwa kartografi operasinya dimulai dari pengumpulan data, klasifikasi, dan analisa data sampai kepada reproduksi, evaluasi, dan penafsiran dari peta. Oleh karena variasinya sangat kompleks untuk menyajikan aspek keruangan, tidak mudah mendefiniskan peta, sehingga dapat mencakup semua pengertian secara jelas untuk semua konteks.Peta Lama memberikan banyak informasi tentang apa yang dikenal di masa lalu, serta budaya dan filosofi dasar peta, yang sering jauh berbeda dari kartografi modern. Peta adalah salah satu cara dimana para ilmuwan mendistribusikan ide-ide mereka dan meneruskannya kepada generasi mendatang (Merriam 1996).

Peta menjadi semakin akurat dan faktual selama abad ke-17, 18 dan 19 dengan penerapan metode ilmiah. Banyak negara melakukan program pemetaan nasional. Meskipun demikian, sebagian besar dunia ini kurang diketahui sampai meluasnya penggunaan foto udara berikut perang Dunia I. Kartografi Modern didasarkan pada kombinasi pengamatan tanah dan penginderaan jauh. Sehingga dalam pengolahan metode kartografi ini diperlukan pemahaman yang mendasar mengenai ilmu kartografi tersebut. Berikut ini adalah hasil praktikum mata kuliah Kartografi Dasar di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada pada tahun 2013.

Download Laporan Kartografi Dasar disini

Rabu, 08 Mei 2013

Objek Kajian Geografi

Geografi sebagai salah satu disiplin ilmu tentu memiliki objek kajian tersendiri, yaitu berupa obyek matrial dan obyek formal. Obyek material berkaitan dengan substansi materi yang dikaji, sedangkan obyek formal berkaitan dengan pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam menganalisis substansi (obyek material) tersebut.

Objek Material
Objek material yaitu objek yang meliputi letak dan fenomena yang terjadi di geosfer, dimana objek ini merupakan sasaran atau yang dikaji dalam studi geografi. Objek studi geografi tersebut meliputi lapisan-lapisan bumi atau tepatnya fenomena geosfer, diantaranya
  • Atmosfer, yaitu lapisan udara : cuaca dan iklim yang dikaji dalam Klimatologi dan Meteorologi.
  • Lithosfer, yaitu lapisan batu-batuan yang dikaji dalam Geologi, Geomorfologi, Petrografi.
  • Hydrosfer, yaitu lapisan air yang dikaji dalam Hidrologi dan Oceanografi.
  • Biosfer, yaitu lapisan kehidupan: flora dan fauna yang dikaji dalam Biogeografi am Biologi.
  • Anthroposfer, yaitu lapisan manusia.
Objek Formal
Objek formal yaitu merupakan cara pandang dan cara pikir terhadap objek material geografi yang dilihat dari segi keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah, serta waktu. Kalau objek material geografi bersangkut-paut dengan bahan kajian, maka objek formal geografi bersangkut-paut dengan cara pemecahan masalah. Jadi objek formal adalah metode atau pendekatan yang digunakan dalam mengkaji suatu masalah.
  • Aspek Keruangan yaitu mempelajari suatu wilayah antara lain dari segi nilai suatu tempat. Dimana selanjutnya kita dapat mempelajari tentang letak, jarak, dan keterjangkauan.
  • Aspek Kelingkungan yaitu mempelajari suatu tempat yang berkaitan dengan keadaan tempat tersebut dan komponen-komponennya dalam satu kesatuan wilayah. Komponen-komponen itu terdiri dari komponen tak hidup seperti tanah, air, iklim, dan komponen hidup seperti hewan, tumbuhan serta manusia.
  • Aspek Kewilayahan yaitu mempelajari kesamaan dan perbedaan wilayah serta ciri-ciri khas dari wilayah tersebut. Dengan demikian lalu muncul pewilayahan atau regionalisasi misalnya kawasan gurun, yaitu daerah-daerah yang mempunyai ciri-ciri serupa sebagai gurun.
  • Aspek Waktu yaitu mempelajari perkembangan wilayah berdasarkan periode-periode waktu atau perkembangan dari waktu ke waktu. Misalnya perkembangan kota dari tahun ke tahun, kemunduran garis pantai dari waktu ke waktu dsb.
MANFAATNYA BAGI PEMBANGUNAN
  • Memetakan persebaran fenomena yang terjadi di permukaan bumi sebagai pembelajaran untuk memajukan suatu daerah.
  • Sebagai acuan untuk penentuan lokasi pertanian, industri dan permukiman masyarakat yang aman.
  • Untuk penentuan lokasi trasmigrasi yang lebih baik.
  • Sebagai pengembangan sarana transportasi.
  • Potensi dan pemanfaatan sumber daya.
  • Untuk menyelesaikan masalah sosial dan kemasyarakatan.

Rabu, 23 Januari 2013

Geografi dan Ilmu Lingkungan

Geografi dan Ilmu Lingkungan merupakan salah satu Prodi di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada yang berada di bawah asuhan Jurusan Geografi Lingkungan. Sebelumnya prodi ini merupakan merger dari tiga prodi (Geografi Manusia, Geografi Umum, Geografi Fisik Lingkungan). Berbeda dengan Program Studi Geografi di Universitas lainnya, di Geografi dan Ilmu Lingkungan UGM ini selain dipelajari mengenai ilmu geografi juga dipelajari mengenai ilmu lingkungan. 

Gambar Fakultas Geografi UGM

Gedung kuliah Geografi dan Ilmu Lingkungan atau Fakultas Geografi beralamat di Sekip Utara Jalan Kaliurang, Bulaksumur, Yogyakarta. Secara absolut Fakultas Geografi berada pada zona 49 M 0431334 mT 9141460 mU dan dilihat dari posisi relatifnya berada di Kluster Sains sebelah Utara Fakultas MIPA Utara dan Timur Fakultas Biologi.

Gambar Citra Google Earth Fakultas Geografi UGM

Program Studi Geografi dan Ilmu Lingkungan menghasilkan sarjana sains (bergelar S.Si.) dengan kompetensi ahli geografi dan ilmu lingkungan yang bermoral berdasarkan jatidiri bangsa dan mampu:
  1. Mengembangkan ilmu geografi dan ilmu lingkungan, ketrampilannya serta memanfaatkan konsep geografi dan ilmu lingkungan dengan baik sesuai ruang dan waktu;
  2. Melakukan analisis dan sintesis yang mendasarkan pada pemikiran geografi dan lingkungan serta penalaran logis;
  3. Mengembangkan kompetensi pengetahuan dan ketrampilan geografi dan lingkungan yang dimiliki untuk melakukan prediksi terhadap kecenderungan perubahan yang terjadi di lingkungan alam dan masyarakat;
  4. Membekali diri untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.
Program Studi Geografi dan Ilmu Lingkungan telah terakreditasi A : SK BAN-PT No. 028/BAN-PT/Ak-XII/S1/IX tanggal 16 September 2009. Selain itu Fakultas Geografi juga telah memperoleh sertifikasi internasional dalam jaminan mutu akademik, yaitu ISO 9001:2008 Tentang Jaminan Kualitas Mutu Akademik (TUV-Germany) dan ISO 17025 Tentang Jaminan Kualitas Mutu Laboratorium Hidrologi dan Kualitas Air (KAN). Program Studi Geografi dan Ilmu Lingkungan juga melakukan kerjasama pendidikan, baik kerjasama dalam negeri dan juga kerjasama tingkat internasional dengan ITC Enschede, Cologne University (Jerman), Chiba University (Jepang) dan University of Utrecht (Belanda). 

Untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa Geografi dan Ilmu Lingkungan dalam memenuhi kompetensi tersebut, Pogram Studi Geografi dan Ilmu Lingkungan menunjang dengan fasilitas-fasilitas pendidikan yang tersedia, diantaranya:
  1. Laboratorium Geomorfologi Dasar
  2. Laboratorium Geografi Tanah
  3. Laboratorium Hidrologi dan Kualitas Air
  4. Laboratorium Geohidrologi
  5. Laboratorium Geomorfologi Terapan
  6. Laboratorium Hidrometeorologi
  7. Laboratorium Permukiman dan Sumberdaya
  8. Laboratorium Kependudukan dan Tenaga Kerja
Selain mengikti kegiatan perkuliahan dengan mata kuliah terkait Geografi dan Ilmu Lingkungan yang beragam, mahasiswa Geografi dan Ilmu Lingkungan juga dapat mengembangkan kemampuan berorganisasi dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan yang ada di Fakultas Geografi, yaitu :
  1. Badan Eksekutif Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa (BEM-KM), Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada
  2. Himpunan Mahasiswa Jurusan Geografi Lingkungan, Environmental Geography Student Association (EGSA)
  3. Unit Kegiatan Mahasiswa Muslim Fakultas Geografi UGM : Jama’ah Musholla Geografi (JMG)
  4. Unit Kegiatan Mahasiswa Kepencintaalaman Fakultas Geografi UGM : GEGAMA
  5. Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Pemikiran dan Keilmuan Geografi : Geography Study Club (GSC)
  6. Unit Kegiatan Mahaiswa Kesenian Fakultas Geografi UGM : Bengkel Kesenian Geografi (BEKAGE)
Selanjutnya alumni Geografi dan Ilmu Lingkungan tersebar diberbagai instansi antara lain: Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Koordinasi dan Survai Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL), Departemen Kehutanan, BAPPEDA, Badan Pusat Statistik (BPS), Depnakertrans, LIPI, BNPB, Dinas Kesehatan, dan Instansi yang lain. Swasta terkait geografi dan ilmu lingkungan adalah PT ENVICOM, PT Waindo Spec Terra, PT EXSA, ER MAPPER, ESRI, dan lain sebagainya.


Selasa, 30 Oktober 2012

Pojok Delayota


Delayota, SMAN 8 Yogyakarta akan selalu dikenang oleh siswanya meskipun telah menjadi seorang alumni, begitulah ungkapan dari banyak alumni delayota. Tak hanya sekolah, semua hal yang ada di delayota memiliki kenangan tersendiri bagi tiap siswa di delayota. Kelas, kantin, mushola, lapangan, ruang OSIS, parkiran, atau lorong-lorong sekolah adalah saksi bisu yang mengiringi perjuangan mereka selama masa putih abu-abu.

Ruang kelas 12 IPA 4 (tahun 2012)

Di ruangan ini banyak cerita yang telah kami ukir di dalamnya, kami belajar bersama menuntut ilmu, bermain, bahkan sekedar melakukan hal konyol. Suka duka kami jalani bersama di kelas ini, karena inilah rumah kedua kami, tempat keluarga kedua kami tinggal di delayota.

Lapangan Sepak Bola

Memang tak sehijau rumput tetangga, tapi disinilah bibit-bibit baru muncul. Lapangan SMAN 8 Yogyakarta yang kering ketika kemarau dan tergenang saat hujan mengguyur, tapi kami tetap bangga pernah memijakkan kaki kaki di atas tanah lapang ini.

Lapangan Basket

Bukan cuma saat olahraga, bukan cuma sepulang sekolah, saat pelajaran pun kami sering bermain di tempat ini, di lapangan basket untuk sekedar melepas penat dan pikiran, dan tempat ini lah saksi kami ketika membolos pelajaran kemudian bermain futsal atau basket bersama
.
Lobi SMAN 8 Yogyakarta

Disinilah awal kami memijakan kaki, tempat awal sebelum memasuki delayota, sekolah tercinta. Dapat terlihat jelas simbol Pakci bertuliskan SMAN 8 Yogyakarta. Kami bangga pernah menjadi bagian dari sekolah ini.

Gazebo Tengah

Tempat  favorit nan sejuk ditengah lingkungan SMAN 8 Yogyakarta, menjadikan gazebo tempat yang cocok untuk sekedar duduk berbincang menghabiskan waktu usai pulang sekolah. Gazebo syarat dengan goresan kenangan siswa delayota, menjadi saksi bisu perjuangan siswa delayota.

Jumat, 03 Agustus 2012

SMAN 8 YOGYAKARTA

Sekolah Menengah Atas Negeri 8 Yogyakarta atau SMAN 8 Yogyakarta dahulunya adalah bernama Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan 10 (SMPP 10) yang oleh banyak kalangan saat ini lebih dikenal dengan sebutan DELAYOTA, merupakan salah satu sekolah favorit di Yogyakarta. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 235/O/1973 tertanggal 18 Desember 1973, Sekolah Menengah Penbangunan Persiapan (SMPP) di Indonesia sejumlah 34 buah sekolah (termasuk SMPP 10 Yogyakarta) pada hari Selasa Pahing tanggal 8 Januari 1974 kegiatan belajar mengajar SMPP 10 Yogyakarta dengan menempati gedung baru berlantai dua. Sebagai penyelenggara kegiatan proses belajar mengajar di serahkan SMA Negeri 5 Yogyakarta yang waktu itu dipimpin oleh Bapak R. Muh. Solihin, dengan jumlah siswa 196 orang terbagi dalam 5 kelas.

Pada tanggal 1 April 1975 sejumlah 21 orang guru dan 12 orang karyawan tata usaha dengan resmi dimutasi dari SMA Negeri 5 Yogyakarta ke SMPP 10 Yogyakarta. Pada tahun pelajaran 1976 SMA 5 Yogyakarta dipindahkan ke lokasi baru yaitu Desa Tinalan, Kecamatan Kotagede Yogyakarta. Oleh karena itu SMPP 10 Yogyakarta harus berusaha melengkapi meja dan kursi siswa yang jumlahnya tidak sedikit. Namun kerjasama sekolah dengan BP-3 serta bantuan Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta maka kekurangan tersebut dapat diatasi.
Tahun pelajaran 1977 SMPP 10 Yogyakarta ditunjuk oleh Depdikbud menjadi sekolah Pradiseminasi untuk sistem pengajaran dengan modul. Pada tahun pelajaran 1980/1981, nama SMPP 10 Yogyakarta semakin terkenal dalam masyarakat. Akibatnya animo untuk masuk SMPP 10 Yogyakarta semakin besar.
Pada tahun pelajaran 1982/1983 SMPP 10 Yogyakarta mendapat kepercayaan Dekdikbud untuk melaksanakan sistem belajar tuntas (mastery Learning) pendekatan seluruh kelas (pada waktu itu jumlah kelas 12 buah, masing-masing tingkat 4 kelas). Tahun pelajaran 1985/1986 terjadi perubahan nama SMPP 10 Yogyakarta menjadi SMA 8 Yogyakarta. Pada tahun ini juga diberlakukan kurikulum 1984 dengan penjurusan di kelas dua dengan 4 program pilihan yaitu A1 untuk program IPA, A2 program Biologi, A3 program IPS dan A4 program ilmu pengetahuan Bahasa.

Riwayat singkat SMA Negeri 8 Yogyakarta tidak dapat meninggalkan riwayat SMPP 10 Yogyakarta, karena secara kelembagaan SMA Negeri 8 Yogyakarta adalah nama baru SMPP 10 Yogyakarta. Perubahan nama berdasarkan surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.0353/O/1985 tertanggal 8 Agustus 1985, tentang perubahan nama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP) menjadi Sekolah Menengah Atas (SMA). Selanjutnya dengan instruksi Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 01/F/96 tertanggal 17 Januari 1986 tentang perubahan nama SMPP 10 Yogyakarta menjadi SMA Negeri 8 Yogyakarta.

Dengan perjuangan sekuat tenaga baik kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, selangkah demi selangkah prestasi SMA 8 terus meningkat baik prestasi akademik maupun non akademik. Hal ini terlihat dari rata-rata nem EBTANAS maupun keberhasilan dalam menempuh UMPTN dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Prestasi non akademik (bersifat Ekstrakurikuler) hal ini dapat dari peroleh penghargaan/ piala/ tropi kejuaraan apabila dibuat rata-rata dalam satu bulan mendapat 5-10 buah tropi kejuaraan dalam berbagai kegiatan. Itulah perjalanan SMA Negeri 8 Yogyakarta yang semula bernama SMPP 10 Yogyakarta.

Minggu, 29 Juli 2012

Hidraulika Dasar

Hidrolika adalah ilmu yang mempela jari perilaku zat cair terutama air, baik  dalam kondisi diam maupun dalam kondisi  bergerak. Perilaku zat cair (air) dalam keadaan diam dipejari dalam hidrostatika, sedangkan perilaku zat cair (air) dalam keadaan bergerak dipelajari dalam hidrodinamika.

Hidrostatika secara definisi merupakan bagian dari hidraulika yang  membahas dan menjelaskan kondisi zat cair dalam keadaan diam yang biasanya memiliki permukaan konstan, misalnya air dalam kolam atau danau. Dalam hidrostatika ini dibahas mengenai tekanan yang bekerja pada zat cair, adanya variasi tekanan sebagai fungsi jarak vertikal, alat-alat yang digunakan untuk mengukur tekanan hidrostatik. gaya tekan yang bekerja pada permukaan datar dalam zat cair sekaligus pada benda yang bekerja pada zat zair yang bersangkutan, serta penggunaan permasalahan hidrostatika dalam praktek di lapangan.

Hidrodinamika secara definisi merupakan kebalikan dari ilmu hidrostatika, yaitu merupakan bagian dari hidraulika yang  membahas dan menjelaskan kondisi zat cair dalam keadaan bergerak atau mengalir, seperti aliran sungai atau aliran pada pipa. Dalam hidrodinamika ini dipelajari mengenai jenis-jenis aliran air, pengukuran kecepatan aliran dan debit aliran, aliran melalui berbagai alat hidraulika sederhana, seperti lubang dan peluap, serta alat-alat pengukuran yang digunakan dalam mengukur kajian ilmu hidrodinamika.

Dalam dunia Teknik Sipil, penerapan ilmu hidraulika ini erat kaitannya dengan struktur dan mekanisme air mengalir, sehingga dalam pembangunan suatu konstruksi seperti bendungan, selokan, dan lain sebagainya dapat dikontrol secara matematis menggunakan perhitungan-perhitungan rumus hidraulika.

Materi kuliah Hidaulika Dasar 1 Download
Materi kuliah Hidaulika Dasar 2 Download
Materi kuliah Hidaulika Dasar 3 Download
Materi kuliah Hidaulika Dasar 4 Download
Materi kuliah Hidaulika Dasar 5 Download
Materi kuliah Hidaulika Dasar 6 Download
Materi kuliah Hidaulika Dasar 7 Download
Materi kuliah Hidaulika Dasar 8 Download


Tumpuan Struktur Bangunan

Tumpuan pada struktur bangunan pada umumnya bermacam-macam bentuknya, tetapi secara struktur bentuk tumpuan setiap konstruksi adalah sama, yaitu :

Tumpuan Sendi

Definisi umum: tumpuan sendi dapat menerima gaya dari segala arah tetapi tidak mampu menahan momen. Dengan demikian tumpuan sendi hanya mempunyai dua gaya reaksi yaitu reaksi vertikal (RV) dan reaksi horisontal (RH).

Dalam kehidupan sehari-hari, tumpuan sendi paling banyak ditemui pada konstruksi jembatan, seperti pada Jembatan Kali Gajahwong yang berada di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta dan Jembatan Kali Progo di daerah Boyolali. Dimana salah satu tumpuan jembatan adalah tumpuan sendi.


Gambar 1.1 Sendi Jembatan Kali Gajahwong

Pada Jembatan Kali Gajahwong bentuk tumpuan sendi berbentuk seperti pada umumnya, dimana ada 2 segitiga yang mengapit sebuah rol sehingga tumpuan tersebut akan mampu menerima gaya baik vertikal maupun horizontal. Di Jembatan ini, terdapat 4 tumpuan sendi sekaligus yang terletak sejajar menyamping di bawah jembatan.


Gambar 1.2 Sendi Jembatan Kali Progo

Pada Jembatan Kali Progo di Boyolali bentuk tumpuan sendi berbentuk seperti ada 2 lingkaran yang membentuk sebuah sendi pada satu tumpuan. Bentuk sendi pada jembatan ini berbeda dengan bentuk sendi pada jembatan sebelumnya. Pada jembatan modern (baru) bentuk sendi sudah mengalami berbagai variasi salah satunya seperti pada Jembatan Kali Progo di Boyolali. Tetapi meskipun berbeda bentuk, sendi pada jembatan ini tetap memiliki konsep yang sama dengan sendi pada umumnya yaitu dapat menerima gaya dari segala arah tetapi tidak mampu menahan momen.

Kesimpulan:
Ada bermacam-macam bentuk atau variasi sendi pada tiap jembatan dan sendi dapat diartikan struktur yang tidak mengalami defleksi arah vertikal maupun horizontal dan hanya mengalami rotasi pada tumpuannya. 

Tumpuan Rol 

Definisi umum: Tumpuan rol hanya dapat menerima gaya tegak lurus, dan tidak mampu menahan momen. Dengan demikian tumpuan rol hanya dapat menahan satu gaya reaksi yang tegak lurus (RV).

Dalam kehidupan sehari-hari, tumpuan rol paling banyak ditemui pada konstruksi jembatan sama seperti tumpuan sendi, seperti pada Jembatan Kali Gajahwong yang berada di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta dan Jembatan Kali Progo di daerah Boyolali. Dimana salah satu tumpuan jembatan adalah tumpuan sendi.



Gambar 2.1 Rol Jembatan Kali Gajahwong

Pada Jembatan Kali Gajahwong bentuk tumpuan rol terlihat jelas seperti pada gambar 2.1 dimana tumpuan tersebut akan mampu menerima gaya secara vertikal. Di Jembatan ini, terdapat 4 tumpuan rol yang terletak sejajar menyamping di bawah jembatan. Letaknya sendiri berada di sisi lain atau bersebrangan dengan letak tumpuan sendi.



Gambar 2.2 Rol Jembatan Kali Progo

Pada Jembatan Kali Progo, sama seperti tumpuan sendi di jembatan ini, bentuk tumpuan rol pada jembatan ini pun memiliki variasi bentuk yang berbeda dengan rol pada umumnya. Rol di Jembatan ini terdapat 2 buah rol yang berjajar dan bentuknya hampir menyerupai katrol. Letaknya pun bersebrangan dengan letak tumpuan sendi.

Kesimpulan:
Terdapat variasi bentuk rol pada tiap jembatan dan rol dapat diartikan struktur yang tidak mengalami defleksi vertikal dan memiliki rotasi serta defleksi horizontal. 

Tumpuan Jepit
Definisi umum: Tumpuan jepit dapat menahan gaya ke segala arah dan dapat menahan momen. Dengan demikian jepit mempunyai tiga reaksi yaitu reaksi vertikal (RV), reaksi horisontal (RH) dan reaksi momen (RM).

Dalam konstruksi bangunan, tumpuan jepit banyak ditemui di berbagai tempat, baik itu di kontruksi bangunan publik maupun pada konstruksi rumah sekalipun.




Gambar 3.1 Tumpuan Jepit di Rumah

Tumpuan jepit hampir di semua konstruksi bangunan gedung memiliki bentuk yang sama, hanya ukurannya saja yang berbeda. Seperti pada gambar 3.1 dimana balok disilangkan dengan kolom. Dan pada persilangan atau perpotongan itulah yang dinamakan tumpuan jepit.



Gambar 3.2 Tumpuan Jepit Stadion Sultan Agung

Pada konstruksi bangunan besar, seperti Stadion Sultan Agung, Bantul pun memiliki tumpuan jepit yang sama seperti pada konstruksi rumah. Dimana kolom dan balok disilangkan untuk membentuk tumpuan jepit. Pada  Stadion ini, terdapat banyak sekali tumpuan jepit dengan ukuran yang bervariasi, karena ukuran Stadion ini sendiri memang besar.

Kesimpulan:
Tumpuan jepit paling banyak ditemukan di berbagai konstruksi bangunan daripada tumpuan rol dan sendi. Tumpuan Jepit dapat diartikan struktur yang tidak mengalami rotasi, serta defleksi dalam arah vertikal maupun horizontal.

Komputer Grafis Struktur Bangunan

Komputer Grafis Struktur Bangunan sebenarnya berkiblat pada kemampuan grafis dalam komputer, atau secara umum bisa disebut gambar teknik. Dalam Komputer Grafis Struktur Bangunan juga digunakan aplikasi penunjang seperti AutoCAD. Perbedaannya dengan gambar teknik lainnya adalah isi dari gambar tersebut, dimana dalam Komputer Grafis Struktur Bangunan ini hanya dipelajari mengenai segala hal yang berkaitan dengan bangunan yang kemudian diaplikasikan ke dalam bentuk digital.

Nah, berbicara soal gambar bangunan, apakah perbedaannya dengan jurusan Arsitek? Jawabannya jelas berbeda. Arsitek tentu lebih melihat dari sisi seni, sedangkan Teknik Sipil lebih melihat ke struktur atau kekuatan suatu bangunan, sehingga apabila diterapkan dalam aplikasi ( AutoCAD ) arsitek akan menampilkan bentuk bangunan yang dibuatnya ke dalam bentuk 2D dan 3D, karena bentuk atau hasil karyanya akan terlihat jelas saat ditampilkan dalam wujud 3 dimensi. Sedangkan Teknik Sipil, cukup menampilkan bentuk atau hasil karyanya ke dalam wujud 2 dimensi, karena secara keseluruhan lebih menonjolkan aspek struktur dan kekuatan bangunan.

Dalam pembuatan Grafis Struktur Bangunan menggunakan AutoCAD, diperlukan keahlian, ketelitian, dan juga kesabaran. Keahlian diperlukan untuk membuat tampilan yang mudah dibaca dan dipahami orang lain secara universal, ketelitian diperlukan karena ukuran yang digunakan merupakan ukuran yang sebenarnya ( dikonversikan menggunakan skala ), dan kesabaran diperlukan karena banyaknya garis dan perhitungan akan menentukan tingkat kesulitan dalam pembuatannya. Sehingga mutlak dalam pembuatan grafis ini perlu mempelajari dasar-dasar dari AutoCAD sebelumnya. Berikut ini adalah hasil praktikum mata kuliah Komputer Grafis Struktur Bangunan di Teknik Sipil Universitas Islam Indonesia pada tahun 2012.

Download Laporan Komputer Grafis Struktur Bangunan disini

Sabtu, 28 Juli 2012

Teknologi Bahan Konstruksi

Teknologi Bahan Konstruksi mempelajari materi dan praktek mengenai bahan bangunan untuk menghasilkan bangunan yang kuat, kokoh, serta tahan lama, seperti mempelajari agregat halus, agregat kasar, semen, air, besi, baja, kayu, dan zat-zat lain yang dapat menunjang proses pembangunan.

Dalam suatu pembangunan yang modern, akan erat kaitannya dengan beton. Dimana beton sendiri merupakan hasil pencampuran dari Semen Portland (PC), agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), dan air dengan atau tanpa bahan tambah (admixtures) dalam proporsi masing-masing bahan tertentu. Untuk mendapatkan beton yang baik, salah satu diantaranya adalah dengan menggunakan bahan penyusun yang baik, sehingga perlu dilakukan pengujian dan pemeriksaan bahan di laboratorium.

Selain dengan memperhatikan bahan-bahan yang akan digunakan dalam pembuatan beton, proses pencampuran atau teknik pencampuran yang baik juga sangat berpengaruh terhadap kualitas beton sendiri, seperti cara mengayak pasir, lama pengadukan semen, hingga kadar air dalam campuran beton. Oleh karena itu, keberadaan Teknologi Bahan Konstruksi sangat berpengaruh dalam dunia teknik sipil. Berikut ini adalah hasil praktikum mata kuliah Teknologi Bahan Konstruksi di Teknik Sipil Universitas Islam Indonesia pada tahun 2012.

Download Laporan Teknologi Bahan Konstruksi disini

Minggu, 15 Juli 2012

Pemetaan dan Sistem Informasi Geografi

Pemetaan dan Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan salah satu ilmu yang sangat bermanfaat dalam dunia pendidikan, sosial, dan bahkan untuk konstruksi sekalipun. Ilmu ini dipelajari pada tingkat universitas dan dimasukan sebagai salah satu mata kuliah untuk jurusan tertentu. Jurusan yang mempelajari Pemetaan dan Sistem Informasi Geografi ini diantaranya adalah Teknik Sipil ( Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ) dan Kartografi dan Penginderaan Jauh ( Fakultas Geografi ). Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai Pemetaan dan Sistem Informasi Geografi dilihat dari sisi teknik sipil.


Jurusan teknik sipil, tak hanya mempelajari mengenai konstruksi bangunan atau jalan saja, di dalamnya tentu terdapat banyak ilmu lain yang berkaitan dengan ilmu sipil, diantaranya adalah ilmu Pemetaan dan Sistem Informasi Geografi ini. Salah satu fungsi ilmu ini dalam dunia Teknik Sipil (konstruksi) adalah sebagai acuan saat melakukan pembangunan gedung, dimana ilmu pemetaan digunakan sebagai patokan untuk meletakan posisi suatu gedung atau bangunan. Selain itu ilmu pemetaan juga dapat digunakan untuk menentukan tinggi rendah suatu lokasi yang akan dibuat jalan, pengukuran kontur suatu lahan, serta dapat membantu dalam pembuatan saluran air.

Alat alat utama yang digunakan dalam pemetaan diantaranya adalah theodolith, waterpasss, tripod, dan alat-alat lainnya yang mendukung dalam pemetaan. Sedangkan untuk jenis penggunaan atau penerapan ilmu dalam Pemetaan dan Sistem Informasi Geografi adalah penimbunan dan penggalian lahan untuk jalan, pengukuran suatu kontur area menggunakan theodolith, dan setting out bangunan. Berikut ini adalah hasil praktikum mata kuliah Pemetaan dan Sistem Informasi Geografi di Teknik Sipil Universitas Islam Indonesia pada tahun 2012.

Download Laporan Pemetaan dan Sistem Informasi Geografi disini

Program Studi Teknik Sipil


Di Indonesia ini ada banyak sekali Universitas membuka Program Studi Teknik Sipil di dalamnya, seperti ITB, ITS, UGM, UNS, ataupun universitas swasta seperti UII, UMY, UAJY dan lain sebagainya. Dalam teknik sipil, terdapat banyak ilmu yang dipelajari dan ilmunya pun sangat luas. Dilihat dari nama Teknik saja pasti di dalamnya tidak lepas dari hitung-hitungan matematika dan fisika, sehingga diperlukan keahlian khusus dalam bidang ini. Untuk fokus materi yang dipelajari, yaitu struktur konstruksi, managemen konstruksi, transportasi, hidrologi, dan masih banyak lainnya karena setiap Universitas memiliki fokus materi yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa informasi mengenai Program Studi Teknik Sipil di beberapa Universitas di Indonesia.

Kampus FTSP ITB

Di ITB Bandung, sistem penentuan Jurusan atau Program Studi ditentukan bukan berdasarkan minat. Pada semester pertama semua mahasiswa akan dijadikan satu di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, yang di dalamnya terdapat Prodi Teknik Sipil, Lingkungan, dan Arsitektur, Sehingga, pihak Universitas-lah yang akan menentukan Prodi untuk mahasiswanya sesuai nilai IP yang diperoleh.

Kampus FTSP ITS

Di ITS Surabaya, Teknik Sipil masuk dalam Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan sama seperti ITB, tetapi di ITS ini mahasiswa langsung dibedakan sesuai Jurusan atau Program Studi masing-masing. Untuk biaya, sama seperti Universitas Negeri lainnya, biaya jalur reguler ditentukan berdasarkan kemampuan orang tua, sedangkan jalur mandiri di ITS ini termasuk mahal dan kabarnya sampai puluhan juta.

Kampus Teknik Sipil UGM

Di UGM Yogyakarta, berbeda dengan ITS dan ITB. Teknik Sipil disini masuk dalam Fakultas Teknik. Sama seperti di Universitas Negeri lainnya, biaya kuliah di sini juga ditentukan oleh kemampuan orang tua untuk semua jalur masuk PTN.

Kampus FTSP UNS

Di UNS Solo, Teknik Sipil masuk ke dalam Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Dilihat dari segi biaya, Teknik Sipil di UNS ini dapat dikatakan memiliki biaya yang lebih murah daripada Universitas Negeri lainnya.

Kampus FTSP UII

Di UII Yogyakarta, Teknik Sipil termasuk dalam Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, sama seperti ITB, UNS, dan ITS. Untuk mata kuliahnya, sama seperti Prodi Teknik Sipil di Universitas lainnya, tetapi karena Universitas ini berlabel islam, maka mata kuliah agama wajib ada di dalamnya.

Kesimpulannya dilihat dari aspek mata kuliah, rata-rata semua Universitas sama dan terdapat beberapa nama mata kuliah yang berbeda. Untuk masalah biaya, Universitas Negeri atau Swasta hampir tidak berbeda jauh, dengan rentang perbedaan satu hingga dua juta rupiah.

Berikut daftar universitas di Indonesia yang prodi Teknik Sipil-nya sudah terakreditasi A, baik negeri maupun swasta yang diambil dari sumber http://ban-pt.kemdiknas.go.id
1. ITB Bandung
2. ITS Surabaya
3. UGM Yogyakarta
4. UAJY Yogyakarta
5. UNS Surakarta
6. UNDIP Semarang
7. UNHAS Makassar
8. UI Jakarta
9. UII Yogyakarta
10. UNISSULA Semarang
12. UNPAR Bandung
13. UNILA Lampung
14. UNSRI Palembang
15. UNSYIAH Aceh
16. UNTAR Jakarta
17. TRISAKTI Jakarta